RSS Feed

Bicara Lingkungan Hidup Lewat Busana Batik

Jumat, 25 Januari 2008 | 17:49 WIB

JAKARTA, JUMAT – Apa hubungan antara persoalan pemanasan global (global warming) dengan busana batik? Abdulrahman Arif (38), Juara I Lomba Rancang Busana Batik 2008 (LRBB 2008) menggambarkannya lewat karyanya.

Ecology, itulah tema desain Arif untuk LRBB 2008, yang pergelarannya baru diselenggarakan Senin lalu (21/1) di Jakarta. Ia memilih tema tersebut karena dunia kini sedang menghadapi persoalan pemanasan global. “Saya ingin batik pada busana yang saya desain bisa jadi media untuk menyampaikan pesan. Batik kan memang memiliki message (pesan). Dengan desain busana yang saya bikin, saya ingin batik menyampaikan pesan tentang lingkungan hidup,” sambungnya tentang pemilihan tema itu. “Saya ingin batik bisa menimbulkan kesadaran kita untuk memelihara lingkungan hidup, supaya hidup kita nyaman,” tambahnya.

Sesuai dengan tema tersebut sekaligus trend warna dalam fashion untuk 2008, Arif–yang pernah menempuh pendidikan desain grafis di Universitas Trisakti, Jakarta–menggunakan warna hijau, sebut saja olive green dan grass green. “Misalnya, gaun hijau polos, saya padu dengan cape dari batik hijau,” contohnya. “Itu juga untuk menggambarkan bahwa busana batik enggak harus 100 persen batik dari atas sampai bawah. Bahkan, bisa juga busana batik dipadu dengan busana merk internasional,” lanjutnya. “Bagi mereka yang baru mencoba, pakai busana batik dari atas sampai bawah terlalu ngagetin,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk siluet, Arif, yang pernah pula menimba ilmu di sekolah mode ESMOD Jakarta, memilih yang lebar (volume). “Siluet volume masih trend di 2008,” katanya. “Tapi, siluet volume itu bisa dipadu padan dengan siluet slim (pensil),” lanjutnya. “Misalnya, baju dengan siluet lebar bisa dipadu padan dengan cigarette pants,” katanya lagi.

Untuk pelengkap busana batik karyanya, Arif, yang pernah magang di Ted Lapidus, Paris (Prancis), membebaskan si pemakai mengenakan sepatu platform atau stiletto. “Dua-duanya masih in di 2008,” ujarnya. Tapi, untuk aksesori, “Lebih baik enggak usah pakai. Atau, kalaupun pakai, minimalis saja. Saya ingin batik menonjol dan bicara apa adanya,” tekannya.

kompas.com

About Berita Batik

Sanggar Batik Nusantara: Jl. Batik Tulis No 9 - 10 Gama Asri Pekalongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: