RSS Feed

Melihat Proses Membatik di Kampung Ciwaringin

Pembatik di Kampung Batik Ciwaringin, Cirebon

BATIK menjadi karya kebanggaan anak negeri. Maka tak heran banyak tempat di Indonesia terutama Pulau Jawa berkembang sebagai kampung batik.

Seperti halnya di Cirebon, banyak kampung batik yang merupakan perkumpulan para perajin batik. Meski yang paling ternama adalah Kampung Batik Trusmi. Namun tanpa diketahui oleh banyak orang, di Cirebon memiliki kampung batik lain bernama Kampung Batik Ciwaringin.

Kampung Batik Ciwaringin berada di Desa Ciwaringin, Cirebon adalah kampung binaan PT Indocement Tunggal Prakarsa. Di kampung ini terdapat 40 pembatik yang memproduksi batik secara rumahan. Selain produksi batik, perajin pun memasarkan langsung batiknya di lokasi tempat pembuatan batik.

Namanya saja kampung batik, tempat ini benar-benar kampung yang berisi rumah-rumah penduduk. Beberapa rumah ada yang ruang depannya disulap seperti galeri batik dengan memajang patung yang mengenakan kain batik.

Batang Pohon Mahoni Digunakan sebagai Pewarna Alam Batik Tulis Kampung Ciwaringin, Cirebon

Bahkan di beberapa rumah sesekali terlihat penduduk yang sedang sibuk dengan canting yang berisi cairan hitam serta lembaran kain bertopang bambu. Benar, mereka sedang membatik. Menurut Lancar Murti dari PT Indocement Tunggal Prakarsa, Kampung Batik Ciwaringin hanya memproduksi batik tulis.

Selain mempoduksi batik tulis, salah satu keunggulan batik hasil produksi penduduk Kampung Ciwaringin adalah dengan menggunakan pewarna alam. Bahan pewarna banyak tersedia di kebun warga, seperti daun mangga, pohon mahoni hingga buah jengkol. Akibat menggunakan pewarna alam tersebut, maka warna-warna yang dihasilkan kain batik cenderung soft atau tidak terlalu terang.

Sedangkan motif batik Kampung Ciwaringin banyak memunculkan gambar hewan dan tumbuh-tumbuhan. Lalu, bagaimana dengan harga?

Proses pembuatan satu helai kain batik tulis memakan waktu cukup lama. Sekitar 15 hari hingga satu bulan. Maka tak heran jika harganya pun sedikit tinggi. Untuk batik yang menggunakan pewarna alam, dihargai sekitar Rp 250.000 sampai 500.000. Tertarik membeli?

Penulis : Fitri Prawitasari
Editor : I Made Asdhiana

About Berita Batik

Sanggar Batik Nusantara: Jl. Batik Tulis No 9 - 10 Gama Asri Pekalongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: